Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Penyediaan air layak minum bagi korban gempa Lombok Utara - Relawan Indonesia







Alhamdulillah,  setelah kemarin (Sabtu, 11 Agustus 2018) berbagai agenda terlalu. Bangun sesaat sebelum subuh,  dilanjutkan briefing bagi tugas, karena hari ini ada dapur umum yang menyiapkan nasi 500-an bungkus targetnya, bagi terpal,  seratusan karpet,  selimut,  kunjungan ke pengungsi membawa obat-obatan yang saya bawa dari Palangka Raya dan juga ada medis untuk memeriksa beberapa ibu hamil, anak-anak dan lanjut usia. 

Jam 10.30 kelar,  berlanjut ke kegiatan lain. Saya dan tim dari Bogor memasang instalasi air  langsung layak minum. Tujuan awal 2 titik di daerah Jenggala, namun hanya 1 yang terpasang di mushola. 1 lagi rencananya di sebuah mushola lagi,  namun ditunda karena sumber air masih tertutup puing reruntuhan dan masih harus dibersihkan dan diperbaiki saluran air dan temboknya. 

Perjalanan akhirnya berlanjut ke Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, yang merupakan salah satu desa dengan kerusakan sangat parah,  80 persen bangunan ambruk dan rata. Disini saya dan tim Relawan Indonesia Kota Bogor memasang instalasi untuk air minum. Qodarullah, mesin airnya gak mau nyedot,  akhirnya sekalian kami tangani meski diluar rencana karena ini keperluan vital masyarakat. 

Selesai memasang sekitar 3 jam, kami balik ke posko,  menempuh jalan 1 jam, bermaksud istirahat dan bersih diri sebelum maghrib tiba. Namun saya urungkan,  karena ada logistik untuk pengungsi berupa makanan yang harus dibagikan. Bergegaslah saya dan beberapa yang lain untuk membagikan dan mendatangi pengungsian. 

Dari sana,  kami mendapat banyak curhatan dan keluhan warga,  dari terpal yang berlobang dan tak layak pakai,  pempers,  pembalut,  makanan bayi,  susu, selimut,  pakaian layak pakai,  obat-obatan dan lain-lain. 
Akhirnya pagi ini,  saya berkoordinasi dan berbagi tugas untuk mencari logistik yang diperlukan,  tujuan satu-satunya dan terdekat adalah Mataram, 1.5 jam dengan jalan naik turun dan berkelok,  atau mau jalur lain menyisir pantai dengan jarak lebih panjang dan lebih lama. 

Bagi yang ingin berdonasi untuk Lombok,  untuk selimut,  pakaian, terpal,  makanan bayi,  pempers, pembalut dll bisa hubungi saya di 081250846608 atau transfer ke rekening 759901001930531 BRI,  a.n Hariyati atau 761010250900 CIMB  Niaga Syari'ah a.n Joko Mulyono.

Foto dan tulisan dikirimkan oleh Bapak Joko Mulyono

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas