Usaha Mencari Peta Virtual Background: Saat GIS Kalteng “Diuji” dengan Google Maps

Gambar
Perbandingan tampilan Sei Pinang di dua platform: citra satelit pada Google Maps (kiri) dan Peta GIS Kalteng (kanan) relatif sama-sama belum detail. Perbedaannya, Google Maps menampilkan lebih banyak titik lokasi/nama tempat (POI) yang ditambahkan komunitas seperti Local Guides, sehingga orientasi lokasi terasa lebih mudah. Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026 , saya mencoba mencari peta Kalimantan Tengah yang menarik untuk dijadikan virtual background saat rapat daring menggunakan Jitsi Meet . Saya lalu meminta bantuan Copilot (AI milik Microsoft). Copilot kemudian merekomendasikan sebuah situs pemetaan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah: Peta GIS Kalteng ( https://peta.simtaru.kalteng.go.id/ ). Awalnya saya cukup terkesan. Ketika saya mengarahkan peta ke wilayah Kuala Kapuas , tampilannya terlihat rapi dan informatif. Dari situ muncul rasa penasaran: kalau di ibu kota kabupaten terlihat lumayan detail, apakah wilayah yang lebih jauh seperti Sei Pinang (ibu kota Kecamatan Se...

Pengungsi di Lombok Utara masih perlu bantuan - Relawan Indonesia


Malam ini angin begitu kencang... Mereka pasti kedinginan dibawah terpal.

Anak-anak kecil itu,  dengan mata berbinar setiap hari memandangku dan teman-teman.  Ada teriakan ceria beberapa hari ini,  setelah sebelumnya mereka masih ketakutan saat kami ajak main dihalaman sebuah gedung kosong.  "Takut gempa".

Hari ini... Lagi2 masih saja mereka datang dan mengadukan kondisinya.  Tentang makan yang kurang, pampers, pembalut,  diare,  sakit perut,  terpal,  selimut dan pakaian.

Lagi-lagi aku hanya bisa iba,  tak bisa berbuat  apa-apa. Tak semua keperluannya bisa kami penuhi.  Bahkan terpal di posko pun kami berikan,  begitupun karpet/tikar.

Ahh... Malam ini angin teramat kencang, badanku menggigil dalam terkamannya. Tanpa jaket,  tanpa sleeping bag. Suara nyaris habis,  batuk dan pilek mulai mendera. Fisik dan fikiran mulai menurun. Ahhh... Bagaimana mereka di tenda sana?  Tenda berlobang dimana-mana,  baju beberapa lembar bahkan kadang kering dibadan saja.

Bagaimana jika hujan, berapa lama mereka bertahan?  anak balita itu??  Orang-orang renta itu?  Sementara medis pun tak semua camp bisa disambanginya.

" Pak,  ada terpal?  Tenda kami dihuni 15 orang,  tendanya bolong-bolong,  angin masuk kencang,  belum kalau hujan,  si kecil ini sudah 6 kali mencret... ".

Robbi, kuatkanlah mereka,  dan keimanan mereka.  Hadirkanlah orang-orang yang bisa meringankan beban hidupnya,  dan melukis senyum di wajah mereka,  meski hanya sesaat.

Do'akanlah mereka.

#jm
#ayolebihbaikdanlebihpeduli
#ayobantulombok

Foto dan tulisan dikirimkan oleh Joko Mulyono (Relawan Indonesia Kalimantan Tengah)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas