Postingan

Menampilkan postingan dengan label 119

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

119 di Kalsel dan Kalteng bukan untuk SPGDT tapi untuk Pemadam Kebakaran

Setelah membaca artikel di majalah Kementerian Kesehatan Mediakom yang berjudul "Kerjasama Kode Akses Darurat 119", admin langsung mencoba nomor telepon 119. Ternyata yang mengangkat adalah Pemadam Kebakaran di Banjarmasin. Setelah saya tanyakan tentang nomor 119 ini, petugas kebakaran tersebut menjelaskan bahwa mereka sudah menggunakan nomor 119 ini untuk wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sejak sepuluh tahun yang lalu. Sedangkan Kementerian Kesehatan baru saja menggunakannya untuk nomor Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) pada awal tahun ini. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)