Postingan

Menampilkan postingan dengan label Adhikarya Pangan Nusantara

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Petani Kapuas Raih Adhikarya Pangan Nusantara

Gambar
Alat tanam benih langsung (atabela) karya Pak Ajum A jum, petani dari Desa Petak Batuah (UPT Dadahup A-2), Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas  mendapatkan penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari wakil presiden di istana wakil presiden. B eliau menciptakan alat tanam benih langsung untuk menghemat biaya tanam.  Pak Ajum (kiri) bersalaman dengan Wakil Presiden, Budiono Piagam Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Penghargaan dari Gubernur Kalteng, A. Teras Narang

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)