Postingan

Menampilkan postingan dengan label Akupuntur

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Poliklinik Akupuntur Dibuka 5 Mei 2014 di RSUD

Gambar
Petugas Poliklinik Akupuntur: Pak Duku (kiri) dan dr. Erny (kanan) Insya Allah pada hari Senin, 5 Mei 2014 Poliklinik Akupuntur akan dibuka di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Poliklinik ini akan dikelola oleh dr. Erny Indrawaty yang pernah mendapatkan pelatihan akupuntur dari Kementerian Kesehatan pada tahun 2013 yang lalu. Kementerian Kesehatan pun membekali beliau dengan peralatan akupuntur yang dapat digunakan sebagai modal awal pelaksanaan poliklinik ini. Poliklinik ini bisa menangani beberapa penyakit seperti frozen shoulder , pasca stroke, rhinitis alergi , low back pain (sakit punggung / pinggang), urtikaria dan lain-lain. Untuk sementara klinik ini akan menempati Poliklinik Kulit dan Kelamin di gedung paviliun.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)