Postingan

Menampilkan postingan dengan label Barak

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Barak di Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. VIII

Gambar
Barak ini sebagiannya sudah tidak dihuni lagi mengingat sudah banyak bagian ruangannya yang lapuk. Salah seorang penghuni barak ini mengatakan bahwa kalau air pasang, mereka tidur diatas air. Hal ini terjadi karena bagian yang menjorok ke sungai sudah mulai miring terkena erosi sungai. Di masing-masing barak mereka memiliki kamar mandi dan WC sendiri, tapi kadang-kadang mereka mencuci di sungai. Perbaikan barak ini sulit untuk dilakukan karena sulitnya mendapatkan kayu saat ini. Biaya sewa barak berukuran kurang lebih 3 x 4 meter ini adalah Rp 150.000 per bulan. Saat ini hanya beberapa ruangan saja yang masih ditempati.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)