Postingan

Menampilkan postingan dengan label Break Dance

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

"Break dance" muncul kembali di Palangka Raya

Gambar
Saat mendatangi kegiatan Millennial Road Safety Festival di Bundaran Besar Palangka Raya, admin melihat sekelompok anak muda duduk-duduk di matras yang dilapis dua sehingga cukup tebal. Mereka secara bergiliran menunjukkan kebolehan mereka menjadikan kepala, bahu dan tangan untuk menyangga bagian bawah tubuh mereka yang berada di udara. Rasanya gerakan ini bukan merupakan sesuatu yang baru bagi admin. Admin lalu mendatangi salah seorang peserta yang memeragakan gerakan yang menarik tadi. Dia menjelaskan bahwa ini adalah "break dance". Mereka melihat bahwa tarian ini mulai diminati kembali oleh generasi muda di Palangka Raya. Admin langsung ingat waktu zaman SMA dulu di Jakarta tahun 1980-an dimana salah satu teman akrab admin adalah seorang jagoan "break dance", sekarang beliau sudah jadi ustadz.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)