Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bunga

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Khusus mengambil kamera untuk mengabadikan kebesaran Allah ini

Gambar
Diabadikan pada hari Ahad, 28 Oktober 2018 di Jalan Kapten Pierre Tendean, tepatnya di halte yang ada di samping bengkel antara Gg 9 dan Gg 9,5.

Keindahan ada disekeliling kita

Gambar
Pada hari Jum'at, 14 September 2018 yang lalu, ketika pulang dari Masjid Nurul Iman, Kuala Kapuas, di Jalan Kapten Pierre Tendean, admin melihat ada bunga-bunga yang indah. Admin menyisihkan waktu sebentar untuk mengambil gambar diatas. Tampak sekali bunga yang tumbuh di pinggir jalan ini sangat indah. Tapi jangan lupa untuk mengagumi Pencipta dari bunga ini.

Kembang Untuk Ziarah

Gambar
Penjual Bunga Rampai Hari ini, Kamis tanggal 16 Juli 2015, di pasar kuala kapuas, sudah menjadi kebiasaan masyarakat kapuas menjelang hari raya melakukan ziarah ke makam keluarga. Biasanya masyarakat ke makam membawa kembang atau disebut juga bunga rampai yang akan ditaruh di atas makam. Menjelang lebaran ini hampir disetiap sudut pasar dijumpai penjual kembang ini. Jadi bagi anda yang ingin membelinya bisa datang ke pasar kuala kapuas. Penulis: Muhammad Hipni

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas