Postingan

Menampilkan postingan dengan label CWSHP

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

8 Desa ODF di Kabupaten Kapuas

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, didapatkan keterangan bahwa 8 desa yang merupakan desa yang bebas buang air besar sembarangan (Open Defecation Free - ODF) adalah sebagai berikut: Kecamatan Kapuas Murung Desa Palingkau Asri (2010) Desa Palingkau Jaya (2010) Desa Dadahup Raya (2011) Desa Menteng Karya (2011) Desa Manggala Permai (2011) Desa Sumber Alaska (2012) Kecamatan Mantangai Desa Suka Maju (2010) Kecamatan Selat Desa Bangun Harjo (2010) Keberhasilan ini merupakan bagian dari Community Water Sanitation and Health Project (CWSHP) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). 

Sarana Air Bersih di Desa Basarang Jaya

Gambar
Ini adalah contoh dari keberhasilan program Community Water Supply and Health Project (CWSHP) yang didanai oleh Asian Development Bank. Program ini bertujuan untuk menyediakan sarana air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan. Keberadaan proyek ini cukup berhasil menepis sikap pesimis terhadap berbagai program penyediaan sarana air bersih yang pada akhirnya kurang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Dari wawancara yang admin lakukan terhadap penghuni rumah di dekat sarana air bersih ini, mereka menggunakannya untuk memperoleh air minum, untuk mencuci dan untuk mandi. Semoga berbagai proyek-proyek yang mengikutsertakan masyarakat dapat mencontoh keberhasilan ini.

Kesempatan berkarir menjadi Fasilitator Masyarakat

Gambar
Jumlah fasilitator masyarakat (Community Facilitators - CF) yang direktur CWSHP Kabupaten Kapuas sebanyak 13 orang yang terdiri dari: CF kesehatan sebanyak 5 orang CF teknik sebanyak 4 orang CF pemberdayaan sebanyak 4 orang CF akan bertugas sebagai fasilitator masyarakat di desa lokasi proyek CWSH dalam melaksanakan kegiatan sebagai berikut: Melaksanakan sosialisasi proyek CWSH Mendukung keterlibatan masyarakat dalam membuat usulan penanggulangan masalah serta perbaikan fasilitas air bersih dan fasilitas sanitasi masyarakat Membantu masyarakat untuk membentuk Tim Kerja Masyarakat (TKM) di tingkat desa Membantu masyarakat dan TKM menyiapkan usulan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) di tingkat desa Melakukan monitoring kemajuan pelaksanaan proyek dan membuat laporan bulanan yang memberikan gambaran kinerja proyek

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)