Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cupping

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Bekam mulai dilirik oleh Harvard

Gambar
Bekam ( Courtesy of TIME ) Setelah sempat ramai dibicarakan saat Olimpiade 2016 yang lalu, dimana atlet renang terkenal Michael Phelps menunjukkan bekas bekam di badannya, kini bekam mulai dibicarakan oleh dokter di Harvard. Dalam tulisannya yang berjudul " What exactly is cupping ", Robert H Shmerling, MD (editor fakultas, Harvard Health Publication) menyatakan bahwa dari beberapa penelitian yang dilakukan, bekam mungkin memiliki manfaat untuk menghilangkan sakit punggung, namun hasil penelitian tersebut belum bisa menyimpulkan secara pasti. Masih diperlukan banyak penelitian untuk memastikan manfaatnya. Meskipun demikian, beliau tidak melarang orang untuk mencoba bekam (cupping) karena efek samping cuma warna kulit yang tampak berubah karena penumpukan darah dibawah kulit.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)