Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dayak

Panduan Lengkap Operasi Katarak: Sebelum, Selama, dan Sesudahnya

Gambar
  Di masa kuno, orang Mesir kuno menggunakan teknik bedah yang dikenal sebagai "couching," di mana jarum tajam digunakan untuk menggeser lensa yang keruh keluar dari bidang pandang dan masuk ke dalam rongga vitreus di bagian belakang mata. Kemudian, orang Romawi menggunakan metode yang disebut "needling" untuk memotong katarak menjadi potongan-potongan kecil yang cukup kecil untuk diserap kembali. Meskipun kedua prosedur tersebut dapat meningkatkan penglihatan, mereka tidak dapat menyediakan penglihatan yang sepenuhnya jernih karena tidak menggantikan lensa. Terobosan tersebut tidak datang sampai tahun 1940-an, ketika ahli oftalmologi Inggris, Harold Ridley, menemukan lensa intraokular. Berbeda dengan operasi di zaman kuno, operasi katarak saat ini menggunakan sayatan kecil dan sedotan untuk mengeluarkan lensa yang keruh, dan kemudian menggantinya dengan lensa plastik buatan. Ekstraksi lensa dilakukan menggunakan salah satu dari dua prosedur: phacoemulsification ata

Hikayat Dayak Ngaju yang dikumpulkan oleh dr. A.H. Klokke

dr. A.H. Klokke bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Kuala Kapuas dari tahun 1949 - 1959. Saat bekerja tersebut beliau diperkenalkan dengan hikayat Dayak Ngaju. Buku ini berisi 20 hikayat yang diceritakan oleh Rev. Munte Saha. Adapun hikayat-hikayat tersebut adalah: Saritan sangumang intu utus Dayak Ngaju Sangumang dengan maharadja manaharep pengadilan Hatalla Maharadja manakau pakasem sungket Sangumang Narai buku Sangumang dia tau saondau dengan bapae Sangumang hamburung Sangumang manak indue Sangumang mandup Sangumang mamisi Sangumang mamuar badjanji Sangumang haban Sangumang dengan pahari idje tato Koran Saritan Bapa Paloi Bapa Paloi maneser kolok badjang Bapa Paloi mandjual kelep Bapa Paloi tempe hundjun tarok enjuh Bapa Paloi manakau pakasem Indu Paloi Bapa Paloi pahuni Bapa Paloi meton kolok badjang hundjun tunggul Bapa Paloi manjahokan arep hung rumbak luntung Bapa Paloi tolak manetes Bapa Paloi dengan Tato Gerasi Bapa Paloi manganjau riwut

Maneser Panatau Tatu Hiang (Menyelami Kekayaan Leluhur) - Tjilik Riwut

Gambar
Sampul depan buku Buku setebal 616 halaman ini merupakan kumpulan data dan catatan harian Tjilik Riwut yang disunting oleh Dra. Nila Riwut. Buku ini berisi berbagai macam aspek kehidupan masyarakat dayak, mulai dari perjuangan, asal mula, adat istiadat, sistem teknologi, mata pencaharian, kebiasaan, tradisi, organisasi sosial, sistem pengetahuan, kesenian dan sistem religi. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit PUSAKALIMA, Jl. Nyai Enat D-49 Palangka Raya 73111, Kalimantan Tengah. Teleponnya adalah 0536-322174. Buku ini diterbitkan atas kerjasama dengan Jaringan Informasi Pusat Kalimantan (Jari Pusaka), pengelola situs komunitas warga Kalimantan Tengah, www.kalteng.net dan didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Nomor ISBN buku ini adalah: 979-97999-1-0. Buku selain berisi tulisan, juga berisi foto-foto yang merupakan koleksi pribadi dari keluarga Tjilik Riwut dan berbagai foto tentang orang Dayak yang diperoleh dari berbagai sumber.

Het Land van de Hoedo

Gambar
Video diatas berisi berbagai kegiatan masyarakat dayak yang tinggal di rumah betang diantaranya: Membuat jukung Menangkap ikan dengan tombak Menangkap lele Menangkap ular Memelihara urang utan Menyumpit burung

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan