Postingan

Menampilkan postingan dengan label Google Classroom

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Kesulitan Menggunakan "Google Classroom"

Gambar
Beranda "Google Classroom" milik Akper Pemkab Kapuas Beberapa bulan yang lalu, Google meluncurkan "Google Classrom". Tempat ini merupakan wadah bagi para guru untuk meletakkan berbagai macam hal yang berhubungan dengan pelajaran yang mereka berikan. Sarana ini menyediakan tempat bagi guru untuk memberikan penguman dan tugas kepada para muridnya. Kemudian guru juga dapat berkomunikasi dengan siswa melalui email mereka yang sudah terdaftar di kelas tersebut. Para murid pun juga bisa memberikan komentar di kelas tersebut. Dalam ruang kelas, guru dapat menambahkan materi dalam bentuk file yang berasal dari komputer atau dari Google Drive. Selain itu guru juga dapat menambahkan video dari YouTube dan berbagai tautan dari internet. Namun sayangnya keberadaan Google Classroom ini kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal karena terbatasnya akses siswa / mahasiswa terhadap internet. Selain itu langkah-langkah untuk bergabung dalam kelas ini dinilai cukup rumit oleh ...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas