Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gunung Pancar

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Alunan Qur'an di Tengah Hutan Pinus - Maksimalkan Volumenya

Gambar
Pada hari Rabu, 20 September 2017 saat bangun dini hari di Camping Ground F, Gunung Pancar, Bogor, admin mendengar kesibukan di Camping Ground C yang sedang dihuni oleh anak-anak SD. Rupanya mereka sedang siap-siap untuk melaksanakan shalat tahajud. Tak lama kemudian terdengarlah suara bacaan Qur'an yang merdu melalui pengeras suara. Suasana ini sangat berkesan, di tengah keheningan malam, di tengah hutan pinus, ada lantunan ayat Qur'an yang merdu. Semoga kegiatan-kegiatan ini banyak diikuti oleh sekolah-sekolah lain untuk mendekatkan para siswa dengan ayat-ayat Kauniyah dan ayat-ayat Qauliyah.

Penampilan Relawan PMI Kapuas pada TEMU SIBAT II

Gambar
Pada hari Selasa, 19 September 2017, para relawan kesehatan desa Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas menampilkan Tari Lauk pada kegiatan Pentas Seni Temu Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Temu Sibat II) yang dilaksanakan di Gunung Pancar, Bogor dari tanggal 16-20 September 2017. Setiap hari, para relawan ini berlatih di lokasi perkemahan. Salah satu lokasi yang mereka pilih ada di Camping Ground C yang memiliki tanah datar dan dipenuhi oleh pohon pinus. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas