Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jenang

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Jenang Lot - Pak Widodo

Gambar
Jenang Lot Tempat pengolahan Jenang Lot Saat mendampingi pelatihan Endline Survey PMI Wonogiri, admin bertemu dengan Bapak Widodo, pembuat jenang / dodol Lot. Beliau tinggal di Dusun Temon Lot, Desa Temon, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau mengolah jenang ini dari jam 10 pagi sampai jam 7 malam. Jenangyang beliau buat tidak mengandung zat kimia pengawet dan tahan selama 5 hari. Dodol beliau ini sering digunakan oleh mereka yang ada kegiatan pesta atau ingin membuat "besek". Beliau menjual dodol ini di pasar yang ada di Kecamatan Baturetno.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)