Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kapuas Murung

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Sore Hari Di Sei Lasar

Gambar
Anak-anak sedang bermain rumah-rumahan di tanah Menelusuri Sei Lasar di sore hari cukup menarik. Handil ini merupakan bagian dari Desa Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung. Jaraknya dari Jalan Pemuda adalah sekitar 500 meter ke arah Sungai Kapuas Murung. Desa ini memiliki rumah di kedua sisi handil, meskipun rumah terbanyak terdapat pada sisi kanan handil. Sore hari adalah waktu mandi bagi sebagian warga handil. Mereka mandi di sungai, tidak hanya anak-anak, termasuk juga orang dewasa. Kebetulan pada sore ini airnya sedang pasang, jadi banyak anak-anak yang berenang di handil ini. Ada sebagian anak-anak yang sedang bermain di depan rumahnya. Mereka asyik membuat rumah-rumahan diatas tanah (foto diatas). Petani pulang dari lahan dengan jukung Sore hari juga saat bagi petani yang memiliki lahan di "darat" untuk kembali ke rumah mereka (foto diatas). Bagi petani yang tidak memiliki sepeda motor, mereka menggunakan jukung sebagai sarana transportasi. Ada juga sebag...

Tongkang Minyak Di Desa Tajepan

Gambar
Tongkang di Desa Tajepan Dulu, bila kita naik speedboat  ke Banjarmasin, di daerah Kuin kita akan melihat banyak tongkang yang ditambat di tepi sungai. Tapi kalau tongkang tersebut ada di Desa Tajepan, Kecamatan Kapuas Murung, maka ini merupakan sesuatu yang tidak biasa. Setelah bertanya-tanya kepada masyarakat setempat, rupanya tongkang ini adalah miliki salah seorang haji yang akan digunakan untuk mengangkut minyak, namun setelah mengeluarkan biaya lebih dari dua milyar, tongkang ini masih belum selesai. Tongkang ini sudah satu tahun berada di lokasi ini. Menurut keterangan warga sekarang kepemilikannya berpindah ke orang dari Puruk Cahu, Murung Raya, Kalimantan Tengah.

Satu Rumah Satu Jukung/Klotok

Gambar
Klotok sedang ditambat di samping rumah Kumpulan klotok sedang ditambat Klotok ditambat di dermaga Jukung ditambat di dermaga Jukung ditambat di dermaga Bagi masyarakat Desa Tajepan, Kecamatan Kapuas Murung, jukung (perahu tanpa motor) atau klotok (perahu bermotor) merupakan kendaraan utama. Hampir disetiap rumah yang berada di tepi sungai atau handil terdapat sebuah jukung/klotok yang ditambatkan di dermaga rumah mereka. Saat menelusuri Desa Tajepan ini kita akan melihat banyak masyarakat yang mondar-mandir dengan mengayuh jukung atau sedang menggunakan klotok. Dengan terbukanya akses jalan darat, makin banyak masyarakat yang memiliki sepeda motor. Namun bagi mereka yang masih memiliki sawah di seberang sungai, maka jukung/klotok masih merupakan kendaraan sehari-hari.

Sebagian Ponton Pelabuhan Pasar Lama Karam

Gambar
Sebagian ponton Pelabuhan Pasar Lama karam Saat berkunjung ke Pelabuhan Pasar Lama, Desa Palingkau Lama, Kecamatan Kapuas Murung pada hari Minggu, 13 Oktober 2013, admin melihat ponton yang karam. Menurut keterangan seorang buruh di Pelabuhan Pasar Lama, Desa Palingkau Lama, Kecamatan Kapuas Murung, ponton ini sudah lima bulan bocor. Kebocoran ini mengakibatkan sebagian badan ponton ini terendam air Sungai Kapuas Murung. Menurut keterangan beliau, masalah ini sudah didata oleh Dinas Perhubungan, namun sampai sekarang beluum ada kabarnya.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)