Postingan

Menampilkan postingan dengan label MTA

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Belajar dari Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) Binaan Pangkuh

Gambar
Kiri ke kanan: drh. Arief, Pak Lasmin, dan Pak Ari Pada hari Ahad, 24 September 2017, admin bersama drh. Arief berkunjung ke Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) Binaan Pangkuh yang terletak di Pangkuh. Admin bertemun dengan Pak Lasmin dan Pak Ari. Keterlibatan mereka dengan MTA berawal dari mendengarkan radio, kemudian mendengarkan ceramah MTA melalui televisi. Pak Lasmin bercerita bahwa pada mulanya beliau ada pemimpin Yasinan di lingkungannya, namun setelah masuk ke dalam MTA, beliau tidak lagi memimpin Yasinan. Anggota MTA lebih banyak berasal dari luar ketimbang daerah sekitar sekretariat yayasan. Meskipun peserta MTA di Pangkuh tidak terlalu banyak, pembina dari Palangka Raya datang sebulan sekali. Pada tiga minggu berikutnya, para peserta dari Pangkuh saling memberi nasehat satu sama lain.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)