Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mar'atus Shalilah

The Salahuddin Generation (Ep. 10): Salahuddin vs Richard the Lionheart — Menang Tanpa Menjadi Monster

Gambar
Jika Ep. 9 mengajarkan bahwa kemenangan memanggil serangan balik, maka Ep. 10 memperlihatkan sesuatu yang lebih berat: uji moral ketika perang menjadi sangat kejam . Di episode ini, Salahuddin diuji bukan hanya oleh pasukan Eropa yang semakin besar, tetapi oleh: pemimpin Muslim yang sibuk soal gelar , keputusan pahit ketika kota jatuh, pengkhianatan yang memicu pembantaian, dan godaan terbesar bagi seorang pejuang: menjadi seperti musuhnya. Salahuddin menolak itu. Dan justru di situlah salah satu “kemenangan” terbesarnya. 1) Raja-raja yang Bersumpah Mematahkan Salahuddin Ancaman besar datang dari dua arah: Pasukan Salib di Acre (Akka) yang tak kunjung selesai. Frederick Barbarossa yang mendarat di Asia Minor, dengan pasukan besar menuju Syam. Narasi menggambarkan fanatisme mereka: sampai bersumpah tidur dengan baju zirah, bahkan menghukum orang yang “berbuat dosa” karena menganggap kekalahan mereka akibat kesalahan moral mereka sendiri. Namun yang mengua...

Pengajian Mar'atus Shalihah

Gambar
Peserrta pengajian Mar'atu Shalihah Pada hari Jum'at, 20 Februari 2015 bertempat di rumah jabatan Wakil Bupati Kapuas dilaksanakan kegiatan pengajian rutin Majelis Ta'lim Mar'atus Shalihah. Pengajian ini merupakan gabungan dari beberapa majelis ta'lim yang ada di Kuala Kapuas. Pengajian ini diawali dengan pembacaan surat Yasin, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Nabi. Dalam ceramahnya pemberi materi menyampaikan mengenai "kebaikan" dengan merujuk pada surat Al Baqarah ayat 177. Beliau menjelaskan bahwa kebaikan yang utama justru bukan sesuatu yang bisa dilihat oleh mata yaitu beriman kepada Allah, Malaikat, Kitab, dan Nabi. Setelah itu barulah Allah menyebutkan yang namanya kebaikan itu adalah memberikan harta kepada orang-orang yang dicintai dari kalangan kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan, orang-orang yang meminta-minta dan orang-orang yang berada dalam belitan hutang.

Program Mukena Bersih

Gambar
Suasana pencanangan program Mukena Bersih Pada hari Kamis, 26 Juni 2014 bertempat di Masjid Al Mukarram, dilaksanakan kegiatan Mukena Bersih. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kohati (HMI Cabang Kapuas). Kegiatan ini diikuti oleh gabungan pengajian Al-Mar'atus Shalihah.  Ibu Nor Afiati Muhajirin (Istri Wakil Bupati Kapuas) mengajak ibu-ibu untuk berpartisipasi dalam penyediaan mukena yang bersih di masjid-masjid. Beliau menyarankan agar ada ibu-ibu anggota yasinan yang menjadi relawan untuk mencuci mukena secara rutin di masjid-masjid. Beliau menyampaikan bahwa tadi pagi beliau bersama-sama dengan Kohati membersihkan mukena-mukena di masjid yang ada di Basarang dan Palingkau. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Ramadhan. Dalam kesempatan ini beliau membantu mukena baru untuk Masjid Agung Al Mukarram.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas