Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mintin

The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Kapuas dan Pulang Pisau Diselimuti Asap

Gambar
Kabut asap menyelimuti Pulau Mintin Sejak minggu yang lalu asap tipis mulai menyelimuti Kuala Kapuas. Namun waktu itu asap di wilayah Pulang Pisau lebih tebal. Tapi dalam waktu beberapa hari ini asap di Kuala Kapuas makin tebal. Bahkan semalam asap mulai terasa memasuki rumah. Pagi ini, ketika admin melintasi jembatan Pulau Telo, Pulau Telo terlihat samar-samar dari atas jembatan. Di Basarang asap semakin tebal. Pulau Mintin yang ada di Sungai Kahayan pun di tutupi asap tipis.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas