Postingan

Menampilkan postingan dengan label Moewardi

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Studi Banding ke RSUD Dr. Moewardi Surakarta

Mulai tanggal 21-24 Februari 2013, tim penilai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kapuas bersama tim manajemen rumah sakit melakukan studi banding ke RSUD Dr. Moewardi Surakarta . Studi banding ini dilakukan untuk menggali pengalaman dari rumah sakit yang sudah menjadi BLUD serta lebih mendalami masalah pengelolaan keuangannya. Pihak RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo menargetkan pada bulan Maret 2013, rumah sakit sudah bisa beroperasi sebagai BLUD sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. BLUD memberikan kesempatan lebih leluasa kepada rumah sakit untuk mengelola sumber daya yang mereka miliki.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas