Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pasang Surut

Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Ketinggian air tanah saat pasang dan surut

Gambar
Video diatas menggambarkan lubang yang kosong karena tidak terisi air. Ini terjadi saat air sedang surut. Video berikut ini menggambarkan lubang yang sama yang sudah terisi air saat air sudah pasang atau air sedang dalam. Video ini diambil saat pagi dan siang hari pada hari yang sama.

Pasang dan Surut di Sungai Kapuas

Gambar
Saat air surut Saat air pasang Dua gambar diatas menggambarkan perbedaan antara surut (atas) dan pasang (bawah). Perbedaan ketinggian air bisa mencapai lebih dari satu meter. Bahkan di daerah hulu sungai, perbedaan antara pasang dan surat bisa mencapai lebih dari lima meter. Masyarakat umumnya membuat rumah berdasarkan pasang tertinggi. Meskipun kalau melihat rumah-rumah kuno, mereka membuat rumah yang lebih tinggi dari pada rumah yang ada pada saat ini. Nampaknya rumah-rumah kuno mempertimbangkan pasang dalam maksimal, sehingga mereka tidak mau mengambil resiko terendam oleh banjir.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"