Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pasang Surut

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Ketinggian air tanah saat pasang dan surut

Gambar
Video diatas menggambarkan lubang yang kosong karena tidak terisi air. Ini terjadi saat air sedang surut. Video berikut ini menggambarkan lubang yang sama yang sudah terisi air saat air sudah pasang atau air sedang dalam. Video ini diambil saat pagi dan siang hari pada hari yang sama.

Pasang dan Surut di Sungai Kapuas

Gambar
Saat air surut Saat air pasang Dua gambar diatas menggambarkan perbedaan antara surut (atas) dan pasang (bawah). Perbedaan ketinggian air bisa mencapai lebih dari satu meter. Bahkan di daerah hulu sungai, perbedaan antara pasang dan surat bisa mencapai lebih dari lima meter. Masyarakat umumnya membuat rumah berdasarkan pasang tertinggi. Meskipun kalau melihat rumah-rumah kuno, mereka membuat rumah yang lebih tinggi dari pada rumah yang ada pada saat ini. Nampaknya rumah-rumah kuno mempertimbangkan pasang dalam maksimal, sehingga mereka tidak mau mengambil resiko terendam oleh banjir.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)