Postingan

Menampilkan postingan dengan label Penegak

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Pengukuhan Pramuka Penegak SMAN 1 Kuala Kapuas Tahun 2014

Gambar
Games dalam kegiatan pengukuhan Pada hari Sabtu-Minggu, 15-16 November 2014, Gugus Depan Patih Rumbih (SMAN 1 Kuala Kapuas) menyelenggarakan kegiatan Pengukuhan Pramuka Penegak Tahun 2014. Setelah registrasi, pemasangan tenda, pembukaan, kemudian dilaksanakan berbagai lomba diantaranya pioneering , cerdas cermat, pentas seni. Malamnya ada kegiatan jurig malam dan renungan. Paginya ada kegiatan senam dan orientaring . Kemudian ada games, pentas seni dan diakhiri dengan pengukuhan. Karena dalam kurikulum 2013, pramuka wajib diikuti oleh semua siswa, maka kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 10. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas