Postingan

Menampilkan postingan dengan label Persit

The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Donor Darah Dalam Rangka HUT Persit Ke-67

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Persatuan Istri Tentara (Persit) ke-67, ibu-ibu dari Kodim 1011 Kuala Kapuas menyelenggarakan kegiatan donor darah. Kegiatan donor darah ini diselenggarakan di Unit Transfusi Darah (UTD) BLUD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo. Menurut keterangan yang diperoleh dari petugas UTD, jumlah pendonor darah sukarela adalah sebanyak 20 orang. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan dari Persit Kartika Candra Kirana Kabupaten Kapuas. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas