Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pidato

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Lomba Pidato Tentang Narkoba

Gambar
Foto bersama peserta Lomba Pidato Tentang Narkoba Pada hari Rabu, 23 Oktober 2013 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, DPC LPAB Kabupaten Kapuas melaksanakan kegiatan Lomba Pidato Tentang Narkoba. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa-siswi SMA, SMK dan MAN di lingkungan kota Kuala Kapuas. Juri dari lomba ini berasal dari Kasat Narkoba Polres Kapuas, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kapuas dan anggota Badan Narkotika Kabupaten Kapuas. Masing-masing peserta diberikan waktu sebanyak 5 menit untuk menyampaikan pidatonya. Peserta yang berhasil meraih juara pertama berasal dari Madrasah Aliyah Baabussalam.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas