Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sapundu

Keajaiban Rekayasa pada Pergelangan Tangan Manusia

Gambar
  Pergelangan tangan mungkin terlihat sebagai bagian tubuh yang kecil dan sederhana. Namun, di balik ukurannya yang relatif kecil, terdapat susunan tulang, sendi, ligamen, tendon, saraf, dan pembuluh darah yang bekerja secara terpadu. Dalam sebuah presentasi yang ditayangkan melalui kanal Discovery Science, Stuart Burgess, seorang insinyur yang memiliki pengalaman dalam bidang rekayasa presisi, membahas struktur pergelangan tangan dari sudut pandang teknik. Ia menanggapi pendapat yang menyebut susunan tulang pergelangan tangan terlalu rumit dan merupakan contoh buruknya rancangan tubuh manusia. Menurut Burgess, kerumitan tidak selalu berarti kelemahan. Dalam banyak sistem teknik, kerumitan justru diperlukan agar sebuah mekanisme dapat menjalankan banyak fungsi sekaligus. Delapan Tulang dengan Fungsi yang Saling Mendukung Pergelangan tangan manusia tersusun atas delapan tulang karpal. Tulang-tulang tersebut terbagi dalam dua baris yang masing-masing terdiri atas empat tulang. Sekila...

Bukan Sapundu Asli

Gambar
Sandung keluarga Toepak Saat berkunjung ke sandung keluarga Bapak Toepak di Sei Pasah, Informasi Kapuas mendapatkan informasi yang cukup mengejutkan yaitu kedua sapundu (patung) yang ada di depan sandung ini bukan yang asli, karena yang aslinya sudah dicuri oleh orang. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat benda-benda sejarah ini kurang mendapat perhatian yang memadai. Bahkan benda-benda ini sekarang banyak menjadi koleksi di negara-negara maju, terutama dalam museum-museum mereka. Mudah-mudahan sapundu yang tersimpan dalam Museum Balanga di Palangka Raya dapat dirawat dengan baik.

Sapundu di Desa Sei Hanyu

Gambar
Sapundu di Sei Hanyu Bila kita berjalan-jalan di sepanjang Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, mulai dari hilir sampai ke hulu, maka kita akan menemukan paling tidak ada tiga buah sapundu yang terdapat di sepanjang jalan tersebut. Sapundu di Sei Hanyu Sapundu adalah tiang yang berukurin dengan motif manusia yang digunakan untuk mengikat kerbau yang akan dikorbankan pada acara tiwah. Sapundu di Sei Hanyu Yang menariknya adalah lokasi dari sapundu yang ada sekarang ini semuanya berada di sisi rumah. Ini menunjukkan bahwa desa ini sudah jauh berkembang dan kebiasaan tiwah tersebut sudah lama sekali dilaksanakan. Bahkan ada penghuni rumah yang tidak mengetahui riwayat dari patung yang ada disamping rumahnya. Kerbau diikat pada sapundu ( With courtesy from Mission21 ) Pada gambar terakhir diatas, tampak bagaimana pada masa lalu (foto ini dibuat diantara tahun 1927-1941 oleh Mr. Mattheus Carl Vischer ) kerbau diikatkan pada sapundu sebelum akhirnya disiksa sampai mati ...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)