Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sapundu

DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Bukan Sapundu Asli

Gambar
Sandung keluarga Toepak Saat berkunjung ke sandung keluarga Bapak Toepak di Sei Pasah, Informasi Kapuas mendapatkan informasi yang cukup mengejutkan yaitu kedua sapundu (patung) yang ada di depan sandung ini bukan yang asli, karena yang aslinya sudah dicuri oleh orang. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat benda-benda sejarah ini kurang mendapat perhatian yang memadai. Bahkan benda-benda ini sekarang banyak menjadi koleksi di negara-negara maju, terutama dalam museum-museum mereka. Mudah-mudahan sapundu yang tersimpan dalam Museum Balanga di Palangka Raya dapat dirawat dengan baik.

Sapundu di Desa Sei Hanyu

Gambar
Sapundu di Sei Hanyu Bila kita berjalan-jalan di sepanjang Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, mulai dari hilir sampai ke hulu, maka kita akan menemukan paling tidak ada tiga buah sapundu yang terdapat di sepanjang jalan tersebut. Sapundu di Sei Hanyu Sapundu adalah tiang yang berukurin dengan motif manusia yang digunakan untuk mengikat kerbau yang akan dikorbankan pada acara tiwah. Sapundu di Sei Hanyu Yang menariknya adalah lokasi dari sapundu yang ada sekarang ini semuanya berada di sisi rumah. Ini menunjukkan bahwa desa ini sudah jauh berkembang dan kebiasaan tiwah tersebut sudah lama sekali dilaksanakan. Bahkan ada penghuni rumah yang tidak mengetahui riwayat dari patung yang ada disamping rumahnya. Kerbau diikat pada sapundu ( With courtesy from Mission21 ) Pada gambar terakhir diatas, tampak bagaimana pada masa lalu (foto ini dibuat diantara tahun 1927-1941 oleh Mr. Mattheus Carl Vischer ) kerbau diikatkan pada sapundu sebelum akhirnya disiksa sampai mati ...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)