Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sapundu

Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Bukan Sapundu Asli

Gambar
Sandung keluarga Toepak Saat berkunjung ke sandung keluarga Bapak Toepak di Sei Pasah, Informasi Kapuas mendapatkan informasi yang cukup mengejutkan yaitu kedua sapundu (patung) yang ada di depan sandung ini bukan yang asli, karena yang aslinya sudah dicuri oleh orang. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat benda-benda sejarah ini kurang mendapat perhatian yang memadai. Bahkan benda-benda ini sekarang banyak menjadi koleksi di negara-negara maju, terutama dalam museum-museum mereka. Mudah-mudahan sapundu yang tersimpan dalam Museum Balanga di Palangka Raya dapat dirawat dengan baik.

Sapundu di Desa Sei Hanyu

Gambar
Sapundu di Sei Hanyu Bila kita berjalan-jalan di sepanjang Desa Sei Hanyu, Kecamatan Kapuas Hulu, mulai dari hilir sampai ke hulu, maka kita akan menemukan paling tidak ada tiga buah sapundu yang terdapat di sepanjang jalan tersebut. Sapundu di Sei Hanyu Sapundu adalah tiang yang berukurin dengan motif manusia yang digunakan untuk mengikat kerbau yang akan dikorbankan pada acara tiwah. Sapundu di Sei Hanyu Yang menariknya adalah lokasi dari sapundu yang ada sekarang ini semuanya berada di sisi rumah. Ini menunjukkan bahwa desa ini sudah jauh berkembang dan kebiasaan tiwah tersebut sudah lama sekali dilaksanakan. Bahkan ada penghuni rumah yang tidak mengetahui riwayat dari patung yang ada disamping rumahnya. Kerbau diikat pada sapundu ( With courtesy from Mission21 ) Pada gambar terakhir diatas, tampak bagaimana pada masa lalu (foto ini dibuat diantara tahun 1927-1941 oleh Mr. Mattheus Carl Vischer ) kerbau diikatkan pada sapundu sebelum akhirnya disiksa sampai mati ...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"