Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sei Itik

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Mengetam Padi di Sei Itik

Gambar
Petani mengetam menggunakan "ranggaman" Bulan September merupakan bulan mengetam bagi petani di Sei Itik, Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak. Mereka mulai menanam padi ini sejak bulan Maret yang lalu. Namun proses pengolahan lahan dan bibitnya sudah mereka lakukan sejak bulan Desember tahun yang lalu. Menurut petani yang Informasi Kapuas wawancarai, panen tahun ini agak kurang berhasil karena banyak hama. Padi hasil ketaman Air di lahan pun tahun ini lebih kering dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila saat menanam, air bisa mencapai lutut, dan saat mengetam biasanya masih ada air setinggi mata kaki. Tapi tahun ini airnya benar-benar kering. Padi yang mereka tanam adalah Siam Gumpal. Mereka menyimpan sebagian hasil panen untuk bibit musim tanam tahun depan. Sebagiannya lagi disimpan untuk makan sehari-hari dan sebagiannya lagi dijual. Pada yang tidak "merunduk" (kosong) Petani ini mengetam padinya dengan menggunakan "sanggaman...

Pondok di Sei Itik

Gambar
Pondok ini menarik karena semuanya terbuat dari daun rumbia, mulai dari atap sampai dindingnya. Pondok ini tidak memiliki jendela. Pondok ini digunakan oleh penghuninya ketika mereka mengolah sawah yang ada di seberang Sei Itik. Untuk mencapai pondok ini mereka menggunakan klotok yang mereka parkir di depan pondoknya.

Feri Jasa Bersama - Gratis Bagi Pelajar

Gambar
Feri Jasa Bersama Feri Jasa Bersama menyeberangkan penumpang dari Sei Itik ke Handil Banama di Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas. Feri ini mampu menampung sampai 20 buah sepeda motor. Feri ini menyeberangkan para pelajar secara gratis. Ada dua buah feri yang menyeberangkan penumpang pada pelabuhan ini. Feri tersebut beroperasi setiap dua hari sekali. Menurut keterangan salah seorang pemilik feri, dalam sehari, mereka bisa memperoleh pendapatan sekitar 300 ribu rupiah sehari, dikurangi solar sebanyak 8-10 liter per hari. Harga solar berkisar Rp 8.500 per liter. Jadi penghasilan bersih mereka sekitar 215 ribu rupiah sehari.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)