Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sei Itik

Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Mengetam Padi di Sei Itik

Gambar
Petani mengetam menggunakan "ranggaman" Bulan September merupakan bulan mengetam bagi petani di Sei Itik, Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak. Mereka mulai menanam padi ini sejak bulan Maret yang lalu. Namun proses pengolahan lahan dan bibitnya sudah mereka lakukan sejak bulan Desember tahun yang lalu. Menurut petani yang Informasi Kapuas wawancarai, panen tahun ini agak kurang berhasil karena banyak hama. Padi hasil ketaman Air di lahan pun tahun ini lebih kering dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila saat menanam, air bisa mencapai lutut, dan saat mengetam biasanya masih ada air setinggi mata kaki. Tapi tahun ini airnya benar-benar kering. Padi yang mereka tanam adalah Siam Gumpal. Mereka menyimpan sebagian hasil panen untuk bibit musim tanam tahun depan. Sebagiannya lagi disimpan untuk makan sehari-hari dan sebagiannya lagi dijual. Pada yang tidak "merunduk" (kosong) Petani ini mengetam padinya dengan menggunakan "sanggaman...

Pondok di Sei Itik

Gambar
Pondok ini menarik karena semuanya terbuat dari daun rumbia, mulai dari atap sampai dindingnya. Pondok ini tidak memiliki jendela. Pondok ini digunakan oleh penghuninya ketika mereka mengolah sawah yang ada di seberang Sei Itik. Untuk mencapai pondok ini mereka menggunakan klotok yang mereka parkir di depan pondoknya.

Feri Jasa Bersama - Gratis Bagi Pelajar

Gambar
Feri Jasa Bersama Feri Jasa Bersama menyeberangkan penumpang dari Sei Itik ke Handil Banama di Desa Anjir Palambang, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas. Feri ini mampu menampung sampai 20 buah sepeda motor. Feri ini menyeberangkan para pelajar secara gratis. Ada dua buah feri yang menyeberangkan penumpang pada pelabuhan ini. Feri tersebut beroperasi setiap dua hari sekali. Menurut keterangan salah seorang pemilik feri, dalam sehari, mereka bisa memperoleh pendapatan sekitar 300 ribu rupiah sehari, dikurangi solar sebanyak 8-10 liter per hari. Harga solar berkisar Rp 8.500 per liter. Jadi penghasilan bersih mereka sekitar 215 ribu rupiah sehari.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"