Postingan

Menampilkan postingan dengan label Serangga

The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

"Serangga" ramaikan Kuala Kapuas

Gambar
"Serangga" yang meramaikan Kuala Kapuas Saat melintasi jembatan Pulau Telo pada malam Kamis, 12 Oktober 2016, terdengar ada suara benturan di kaca mobil. Rupanya kumpulan serangga yang bergerombol di udara tertabrak oleh kaca mobil. Saat mampir ke pom bensin, penjaga di pom bensin bercerita bahwa dia sudah menyapu serangga yang jatuh ke lantai, tapi serangga tersebut kembali berkumpul dalam jumlah besar. Serangga tersebut masuk ke dalam pakaian dari orang-orang yang sedang membeli bahan bakar.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas