Postingan

Menampilkan postingan dengan label Wakil Gubernur

Mengupas Tuntas Obesitas: Bukan Sekadar Kurang Disiplin, Tapi Penyakit Medis yang Kompleks

Gambar
  Banyak orang masih percaya bahwa obesitas adalah cerminan dari kemalasan, kurangnya kemauan keras, atau pilihan gaya hidup yang buruk. Namun, anggapan tersebut keliru dan sudah ketinggalan zaman. Sejak tahun 2013, komunitas medis global, melalui American Medical Association, telah secara resmi mengakui obesitas sebagai sebuah penyakit. Ini bukan sekadar masalah berat badan, melainkan sebuah kondisi medis kronis yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, layaknya diabetes atau penyakit jantung. Obesitas Adalah Penyakit Multifaktorial Menurut para ahli, termasuk Dr. Victoria Buhari dari PARI's Wellness and Diabetes Center, obesitas bersifat kronis, progresif, dapat kambuh, namun bisa diobati dan bersifat multifaktorial. Artinya, kondisi ini disebabkan oleh interaksi rumit dari berbagai faktor, di antaranya: Biologis:  Faktor genetika, ketidakseimbangan hormon seperti  ghrelin  (hormon pemicu lapar) dan  leptin  (hormon pemicu kenyang), serta resist...

Wakil Gubernur Kalteng shalat berjama'ah di masjid ini

Gambar
Bagian dalam Masjid Raudhatul Jannah Palangka Raya Saat shalat Maghrib di Masjid Raudhatul Jannah, Jalan M.H. Thamrin, Palangka Raya pada hari Ahad, 9 Juli 2017, admin agak pangling karena jama'ahnya lebih banyak dari biasanya, apa sedang ada acara? Setelah salam, admin melihat ke saf belakang untuk melihat muka-muka baru di masjid tersebut. Admin melihat muka yang tampaknya "pernah melihat". Ketika masjid sudah kembali kosong, admin menanyakan kepada salah satu jama'ah apakah benar orang yang admin tadi (yang tampaknya "pernah melihat") adalah Habib, Wakil Gubernur Kalteng? Orang tersebut mengiyakan, bahkan dia menambahkan bahwa rumah jabatan beliau ada dekat dengan masjid. Inilah hikmahnya bila pimpinan bisa mencontohkan semangat shalat berjama'ah di masjid, maka masyarakat di sekitarnya pun akan berlomba-lomba mengikuti pemimpinnya.

Hilangnya Unsur "Religius" Dalam Misi (Mengkritisi Visi dan Misi Gubernur Kalteng 2016-2021)

Gambar
Sugianto Sabran (kiri) dan Habib H. Said Ismail Bila melihat di dalam Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah yang baru maka kita hampir tidak menemukan adanya unsur "Religius" sebagaimana yang diinginkan dalam visinya yaitu:  "Kalteng Maju, Mandiri dan Adil untuk Kesejahteraan Segenap Masyarakat Menuju Kalteng Berkah (Bermartabat, Religius , Kuat, Amanah dan Harmonis)" Namun hal itu dapat diatasi dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan memilih orang-orang yang religius yang mengemban amanah tersebut, sehingga apapun program yang dijalankan akan memiliki nuansa religius. Siapakah mereka? Kita bisa mencontoh sosok-sosok berikut ini: Sosok Thalut yang memiliki karakteristik ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa Sosok Yusuf yang memiliki karakteristik pandai menjaga dan berpengetahuan Sosok Musa yang memiliki karakteristik kuat dan dapat dipercaya Karakteristik tambahan dari sosok yang religius adalah orang-orang ya...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas