Postingan

Menampilkan postingan dengan label Wakil Gubernur

Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Wakil Gubernur Kalteng shalat berjama'ah di masjid ini

Gambar
Bagian dalam Masjid Raudhatul Jannah Palangka Raya Saat shalat Maghrib di Masjid Raudhatul Jannah, Jalan M.H. Thamrin, Palangka Raya pada hari Ahad, 9 Juli 2017, admin agak pangling karena jama'ahnya lebih banyak dari biasanya, apa sedang ada acara? Setelah salam, admin melihat ke saf belakang untuk melihat muka-muka baru di masjid tersebut. Admin melihat muka yang tampaknya "pernah melihat". Ketika masjid sudah kembali kosong, admin menanyakan kepada salah satu jama'ah apakah benar orang yang admin tadi (yang tampaknya "pernah melihat") adalah Habib, Wakil Gubernur Kalteng? Orang tersebut mengiyakan, bahkan dia menambahkan bahwa rumah jabatan beliau ada dekat dengan masjid. Inilah hikmahnya bila pimpinan bisa mencontohkan semangat shalat berjama'ah di masjid, maka masyarakat di sekitarnya pun akan berlomba-lomba mengikuti pemimpinnya.

Hilangnya Unsur "Religius" Dalam Misi (Mengkritisi Visi dan Misi Gubernur Kalteng 2016-2021)

Gambar
Sugianto Sabran (kiri) dan Habib H. Said Ismail Bila melihat di dalam Visi dan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah yang baru maka kita hampir tidak menemukan adanya unsur "Religius" sebagaimana yang diinginkan dalam visinya yaitu:  "Kalteng Maju, Mandiri dan Adil untuk Kesejahteraan Segenap Masyarakat Menuju Kalteng Berkah (Bermartabat, Religius , Kuat, Amanah dan Harmonis)" Namun hal itu dapat diatasi dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan memilih orang-orang yang religius yang mengemban amanah tersebut, sehingga apapun program yang dijalankan akan memiliki nuansa religius. Siapakah mereka? Kita bisa mencontoh sosok-sosok berikut ini: Sosok Thalut yang memiliki karakteristik ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa Sosok Yusuf yang memiliki karakteristik pandai menjaga dan berpengetahuan Sosok Musa yang memiliki karakteristik kuat dan dapat dipercaya Karakteristik tambahan dari sosok yang religius adalah orang-orang ya...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)