Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pembuat pakan ikan patin dari Murung Kramat

Bapak Muhammad Nuh (tidak mengenakan baju)
Pembuatan pakan ikan patin ini dilakukan oleh Bapak Muhammad Nur di depan rumahnya di Kelurahan Murung Kramat, Kecamatan Selat, Kuala Kapuas 73512. Beliau dibantu oleh dua orang temannya. Pakan ikan patin ini dibuat dari dedak ditambah dengan ikan kering dengan perbandingan 2 : 1. Beliau membeli dedak dari penggilingan padi yang ada di Panamas atau Sari Pulau, sedangkan untuk ikan kering beliau membelinya dari Desa Batanjung, Kecamatan Kapuas Kuala.

Pencampuran antara dedak dan ikan kering dilakukan dengan alat berikut:

Alat penggiling pakan ikan
Pencampuran ini menghasilkan pakan ikan dengan ukuran yang masih besar, karena mata penggilingan yang digunakan juga lebih besar.

Pakan ikan dengan ukuran yang masih besar
Setelah pakan ikan dengan ukuran besar ini cukup banyak dihasilkan untuk hari itu, maka mata penggilingan diganti dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga pakan ikan yang dihasilkan pun memiliki ukuran yang lebih kecil.

Pakan ikan dengan ukuran yang lebih kecil
Pakan ikan dengan ukuran yang lebih kecil ini kemudian dikeringkan menggunakan sinar matahari.

Pengeringan pakan ikan
Pakan yang dihasilkan tidak dijual melainkan digunakan untuk memberi makan ikan patin yang dibudidayakan sendiri di depan rumah.

Kolam ikan patin dan sarang walet
Jumlah ikan patin yang dibudidayakan di kolam ini adalah sebanyak 1.500 ekor. Diharapkan dalam waktu satu tahun, berat ikannya akan mencapai 1,5 kilogram. Dari usaha ini, Bapak Muhammad Nur telah berhasil membuat satu sarang walet yang berlokasi di kolam beliau yang kedua.

Berikut ini adalah video tentang pengolahan pakan ikan patin tersebut:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"