The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum

Pemasangan tiang pancang
Dalam rangka menghadapi musim kemarau yang terjadi hampir setiap tahun di Kuala Kapuas, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dengan bantuan dari World Bank, mendapatkan bantuan dana untuk membangun sarana pengolahan air minum. Urban Water Supply and Sanitation Project (UWSSP) ini membangun penampungan air di perbatasan kecamatan Selat dan Kecamatan Pulau Petak. Kontrak bernilai lebih dari enam milyar rupiah ini dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya Emindo selama 210 hari (7 bulan) sejak tahun 2010. Kita berharap semoga proyek ini dapat mengurangi masalah yang muncul dalam suplai air bersih selama musim kemarau tahun 2011 ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas