DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Dewata Indah Style

Melihat namanya saja, kita sudah bisa menduga bahwa tempat ini ada hubungannya dengan Bali. Tempat ini dikelola oleh Bapak Darmawan. Pengrajin ini menerima pesanan Pelinggih (Sanggah) dengan berbagai model. Tempat ini terletak di Jl. Lintas Kalimantan Km. 9, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Bapak Darmawan bisa dihubungi pada nomor telepon (0513) 6707132 dan HP 08125198938.
 Beliau sudah menetap di Basarang sejak tahun 1980-an dan sudah menekuni usaha pembuatan Pelinggih (Sanggah) ini sejak 15 tahun yang lalu. Pada mulanya di Basarang ini tidak terlalu banyak orang yang memesan Pelinggih ini, tapi dengan inisiatif beliau untuk mulai membuat sarana perantara mendekatkan diri kepada Tuhan (menurut kepercayaan Hindu), maka pesanan mulai berdatangan.
Pekerjaan ini membutuhkan ketekunan dan kerja keras. Sudah banyak yang mendapat manfaat dengan bekerja kepada beliau. Beberapa pengrajin baru di Basarang merupakan orang-orang yang pernah bekerja di tempat ini. Beliau berharap sesama pengrajin bisa saling bekerja sama dalam melayani umat Hindu di Basarang dan sekitarnya.
Menurut keterangan Pak Darmawan, bila tidak ada yang meneruskan usahanya ini, kemungkinan pada masa yang akan datang, bisnis ini akan ditutup. Menurut beliau bisnis ini masih memiliki masa depan yang cukup baik mengingat masih banyaknya umat Hindu yang belum memiliki sarana ibadah ini di rumah mereka masing-masing. 

Komentar

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)