Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Hand Hygiene Relay (Estafet Cuci Tangan) 2015

Menemani dr. Gusti Hariyadi Maulana, SpPD untuk cuci tangan
Pada hari Jum'at, 28 Agustus 2015 bertempat di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dilaksanakan kegiatan Hand Hygiene Relay (Estafet Cuci Tangan). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dicanangkan oleh World Health Organization. Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah rumah sakit untuk menerapkan praktek cuci tangan dalam pelayanan pasien. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur tenaga medis dan paramedis yang meliputi dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"