Diet rendah karbohidrat dan rendah lemak bisa baik untuk jantung—asal pilih bahan makanannya
Belakangan ini, diet rendah karbohidrat (low-carb) dan rendah lemak (low-fat) sering dijadikan “jalan cepat” untuk menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan metabolik. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah dua pola diet ini benar-benar menyehatkan jantung? Sebuah studi baru dari peneliti Harvard T.H. Chan School of Public Health memberi jawaban yang cukup jelas: bukan semata-mata berapa banyak karbohidrat atau lemak yang kita kurangi, tetapi kualitas makanan yang kita pilih. Intinya: kualitas lebih penting daripada sekadar “mengurangi” Studi ini menemukan bahwa diet low-carb dan low-fat dapat menurunkan risiko penyakit jantung bila pola makannya: kaya makanan nabati berkualitas tinggi (buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian utuh/whole grains, dan polong-polongan), rendah produk hewani , serta rendah karbohidrat olahan (misalnya roti tawar putih, kue manis, minuman berpemanis, dan makanan tepung yang sangat diproses). Sebaliknya, low-carb atau lo...
kondisi pandemi seperti saat ini apakah pelayanan gigi masih buka?
BalasHapusMenurut keterangan apotek kimia farma, praktek ini masih belum buka.
HapusApakah pelayanan gigi sudah di buka?
BalasHapusMenurut keterangan dari Apotek Kimia Farma hari ini (18 Mei 2021), dokter gigi belum konfirmasi lagi kapan praktiknya akan dibuka lagi.
Hapus