Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Ramuan Tradisional ASI'E

Kemasan Ramuan Tradisional ASI'E
Ramuan ini terbuat dari tumbuh-tumbuhan (diantaranya Ficus deltoidea) yang terdapat di hutan pedalaman Kalimantan / Borneo, yang berkhasiat dan terbukti kemanjurannya untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang dikenal dalam istilah Dayak Ngaju, Butih Lanan (tumor payudara atau tumor rahim), Tungku Lanan, Ketabang & Baha Mandalam (kanker) yang dikenal dalam istilah medis sebagai "KARSINOMA" dan "SARKOMA". (informasi dari brosur).

Asi'e berarti anugrah-Nya. Pada mulanya keluarga ini membuat ramuan tradisional hanya untuk membantu tetangga saja, tapi karena semakin banyak permintaan akhirnya ramuan ini diproduksi secara massal oleh CV. Citra Dayak Kapuas. Dalam sebulan ramuan seharga Rp 75.000 per kotak ini bisa terjual sebanyak 1.000 kotak.
Ramuan tradisional ini dijual pada rumah berikut ini:



Rumah ini terletak di Desa Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas. Bila kita memasuki rumah tersebut maka kita akan bisa melihat pajangan produk tersebut seperti dalam foto berikut:


Sebagaimana keterangan brosur diatas, ramuan ini dibuat dari tumbuh-tumbuhan di hutan pedalaman Kalimantan / Borneo, tepatnya di sepanjang Sungai Barito. Adapun potongan batang dari tumbuhan tersebut dapat dilihat pada foto berikut ini:

Kayu-kayu bahan ramuan tradional ASI'E
Kayu-kayu tersebut dipotong-potong menjadi serpihan-serpihan kecil-kecil, sebagaimana tampak dalam foto berikut ini:


Serpihan kayu bahan ramuan tradisional ASI'E
 Serpihan kayu ini kemudian dikeringkan ditempat penjemuran berikut ini:


Tempat penjemuran serpihan kayu 
 Setelah kering, serpihan kayu tersebut di sangrai sampai berwarna hitam ditempat berikut ini:


Tempat serpihan yang kering di sangrai
Setelah disangrai, serpihan tersebut disimpan dalam tempat berikut (ditutup dengan kain basah) ini agar tidak terus membara:

Tempat pendinginan serpihan kayu setelah disangrai
Setelah dingin serpihan kayu yang sudah dingin tersebut dibuat menjadi serbuk menggunakan alat berikut ini:

Mesin penghancur serpihan yang disangrai menjadi serbuk
 Setelah menjadi serbuk, barulah ramuan tradisional ini dikemas sebagaimana foto diatas.

Menurut keterangan dari pembuatnya, sudah banyak orang yang disembuhkan dengan ramuan ini. Pada mulanya ramuan ini hanya untuk penyakit kanker saja, tapi setelah ditambah tumbuh-tumbuhan yang lain, ramuan ini diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Berikut ini adalah brosur ASI'E:


Bila anda berminat untuk menggunakan ramuan tradisional ini dapat menghubungi (0513) 6725525 atau 085251715678.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas