DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Ramuan Tradisional ASI'E

Kemasan Ramuan Tradisional ASI'E
Ramuan ini terbuat dari tumbuh-tumbuhan (diantaranya Ficus deltoidea) yang terdapat di hutan pedalaman Kalimantan / Borneo, yang berkhasiat dan terbukti kemanjurannya untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang dikenal dalam istilah Dayak Ngaju, Butih Lanan (tumor payudara atau tumor rahim), Tungku Lanan, Ketabang & Baha Mandalam (kanker) yang dikenal dalam istilah medis sebagai "KARSINOMA" dan "SARKOMA". (informasi dari brosur).

Asi'e berarti anugrah-Nya. Pada mulanya keluarga ini membuat ramuan tradisional hanya untuk membantu tetangga saja, tapi karena semakin banyak permintaan akhirnya ramuan ini diproduksi secara massal oleh CV. Citra Dayak Kapuas. Dalam sebulan ramuan seharga Rp 75.000 per kotak ini bisa terjual sebanyak 1.000 kotak.
Ramuan tradisional ini dijual pada rumah berikut ini:



Rumah ini terletak di Desa Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas. Bila kita memasuki rumah tersebut maka kita akan bisa melihat pajangan produk tersebut seperti dalam foto berikut:


Sebagaimana keterangan brosur diatas, ramuan ini dibuat dari tumbuh-tumbuhan di hutan pedalaman Kalimantan / Borneo, tepatnya di sepanjang Sungai Barito. Adapun potongan batang dari tumbuhan tersebut dapat dilihat pada foto berikut ini:

Kayu-kayu bahan ramuan tradional ASI'E
Kayu-kayu tersebut dipotong-potong menjadi serpihan-serpihan kecil-kecil, sebagaimana tampak dalam foto berikut ini:


Serpihan kayu bahan ramuan tradisional ASI'E
 Serpihan kayu ini kemudian dikeringkan ditempat penjemuran berikut ini:


Tempat penjemuran serpihan kayu 
 Setelah kering, serpihan kayu tersebut di sangrai sampai berwarna hitam ditempat berikut ini:


Tempat serpihan yang kering di sangrai
Setelah disangrai, serpihan tersebut disimpan dalam tempat berikut (ditutup dengan kain basah) ini agar tidak terus membara:

Tempat pendinginan serpihan kayu setelah disangrai
Setelah dingin serpihan kayu yang sudah dingin tersebut dibuat menjadi serbuk menggunakan alat berikut ini:

Mesin penghancur serpihan yang disangrai menjadi serbuk
 Setelah menjadi serbuk, barulah ramuan tradisional ini dikemas sebagaimana foto diatas.

Menurut keterangan dari pembuatnya, sudah banyak orang yang disembuhkan dengan ramuan ini. Pada mulanya ramuan ini hanya untuk penyakit kanker saja, tapi setelah ditambah tumbuh-tumbuhan yang lain, ramuan ini diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Berikut ini adalah brosur ASI'E:


Bila anda berminat untuk menggunakan ramuan tradisional ini dapat menghubungi (0513) 6725525 atau 085251715678.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)