Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Pesantren Ramadhan 1431 H

Sebagaimana pada Ramadhan sebelumnya memasuki bulan Ramadhan ini berbagai sekolah menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memaksimalkan suasana religius yang ada pada bulan ini, sehingga akan lebih menambah makna dalam kehidupan siswa. Berikut ini adalah foto liputan pesantren kilat yang diselenggarakan di dua tempat yaitu di Ponpes Al-Amin Kapuas dan SMKN 1 Kuala Kapuas :

Suasana pesantren kilat di Pondok Pesantren Al-Amin, Pulau Petak


Suasana pesantren kilat di SMKN 1 Kuala Kapuas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas