The Salahuddin Generation (Ep. 6): Revolusi Salahuddin Dimulai—Reformasi yang Lebih Sulit dari Penaklukan

Gambar
  Episode 6 menandai babak baru: Salahuddin (Yusuf) akhirnya memegang kendali Mesir. Tetapi pesan utama video ini tegas: “mengambil kekuasaan itu sulit—namun membangun perubahan jauh lebih sulit.” Sebab setelah kemenangan, musuh tidak hilang; ia hanya berganti wujud: sistem lama, loyalitas lama, dan musuh tak terlihat. Di episode ini, narasi bergerak dari medan perang ke medan yang lebih rumit: reformasi hati, reformasi institusi, dan reformasi peradaban. 1) Awal yang Tidak Sempurna: “Dosa Besar” di Masa Muda, Tapi Pintu Taubat Terbuka (00:00–04:56) Di pembuka, Dr. Hassan Elwan mengingatkan satu hal yang menumbuhkan harapan: Salahuddin tidak langsung “lahir sebagai wali”. Ia pernah hidup nyaman, bahkan disebut pernah tergelincir (di antaranya kebiasaan buruk seperti minum). Namun justru ini yang ditekankan: orang besar sering punya awal yang biasa-biasa saja—atau bahkan buruk—lalu berubah total karena taubat dan lingkungan yang benar. Kuncinya ada pada kalimat yang menohok...

Tarawih Malam ke-16 - Masjid An-Nur

Shalat tarawih di masjid ini dikerjakan setelah mendengarkan kuliah tujuh menit yang disampaikan oleh ustadz yang berasal dari Pondok Pesantren Imam Syafi'i. Kultum-nya mengenai do'a, waktu-waktu yang makbul dan hal-hal yang menghalangi terkabulnya do'a. Shalat tarawih dilakukan sebanyak 11 raka'at (8 raka'at shalat tarawih dan 3 raka'at shalat witir). Shalat tarawih dilakukan dengan 2 raka'at dan satu salam, sedangkan shalat witir dilaksanakan langsung 3 raka'at. Berikut ini adalah rekamannya:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas