Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tarawih Malam ke-8 - Masjid Al-Ikhlas

Tarawih pada masjid Al-Ikhlas dilaksanakan setelah mengerjakan shalat sunnah ba'diyah Isya. Shalat tarawih dilakukan sebanyak 23 raka'at (20 raka'at shalat tarawih dan 3 raka'at shalat witir). Shalat tarawih dikerjakan dengan dua raka'at satu salam. Sebagaimana lazimnya shalat tarawih 23 raka'at yang lain, bacaan Surat Al-Fatihah dilakukan dalam dua kali napas.

Berikut ini adalah rekaman suasana shalat tarawih di masjid Al-Ikhlas pada hari Selasa, 17 Agustus 2010, pukul 19.05 - 20.05 WIB :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"