BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Bincang-bincang dengan Bapak Amran Noer (Koordinator Unit Pemadam Kebakaran)

Armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Kapuas
Unit ini terletak di Jl. Kalimantan, Kuala Kapuas, dengan nomor telpon (0513) 113. Unit ini memiliki 6 buah unit pemadam kebakaran (satu buah mobil yang rusak) dan 6 buah mesin.

Idealnya satu buah mobil memiliki personil 6 orang dengan tugas sebagai berikut:

  1. 1 orang di saringan air
  2. 1 orang di mesin
  3. 2 orang di selang
  4. 2 orang menyemprot
Namun saat ini, unit pemadam kebakaran ini hanya memiliki 16 orang personil saja, padahal kalau dijumlahkan maka jumlah tenaga yang dibutuhkan adalah 5 buah mobil yang baik x 6 orang = 30 orang. Bupati Kapuas sudah berjanji untuk memenuhi kekurangan jumlah tersebut. Saat ini di kompleks pemadam kebakaran ini sudah tersedia rumah asrama sebanyak 16 unit. Bila jumlah tenaga akan ditambah, berarti perlu disiapkan rumah tambahan untuk mereka.

Pak Amran menjelaskan bahwa Hydrant yang tersedia di daerah sekitar pasar di Kuala Kapuas, tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan air untuk pemadam kebakaran, syukurnya mereka masih memiliki sumur cadangan di lokasi pemadam kebakaran yang lama (disamping pengadilan negeri). Selama ini air diambil dari mana saja yang ada airnya.

Upaya memadamkan kebakaran saat ini tidak hanya dilakukan oleh unit pemadam kebakaran Pemda Kapuas saja, tapi Pemda sudah memberikan bantuan 6 buah mesin dan Tossa kepada Pemadam Kebakaran Swasta. Sehingga untuk memadamkan kebakaran di daerah-daerah yang sulit dicapai oleh mobil pemadam kebakaran, maka peran mereka digantikan oleh Tossa yang lebih lincah. 

Pak Amran menghimbau masyarakat Kabupaten Kapuas agar memberikan jalan kepada unit pemadam kebakaran untuk mencapai lokasi kebakaran, mengingat selama ini masyarakat cenderung hanya menonton saja, dan selama ini hal itu sudah menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk mencapai lokasi kebakaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)