Cara Terbukti Membuat Kebiasaan Baru Menempel (Tanpa Harus “Niat Baja”)

Gambar
  Pernah merasa semangat di awal—misalnya mau olahraga, makan lebih sehat, atau belajar rutin—tapi seminggu kemudian kembali ke pola lama? Itu wajar. Banyak orang mengira kunci kebiasaan adalah motivasi besar dan kedisiplinan keras . Padahal, menurut ilmuwan perilaku dari Stanford University, BJ Fogg , kebiasaan justru lebih mudah terbentuk jika kita memulainya dari hal yang sangat kecil , lalu “ditanam” di rutinitas harian. Gagasan ini dibahas dalam episode Life Kit dari NPR berjudul A proven method to make a habit stick (13 Januari 2026). Intinya: kalau ingin kebiasaan baru bertahan, jangan mulai dari target besar. Mulailah dari versi yang paling mudah—bahkan terlihat “sepele”. Apa Itu Kebiasaan? BJ Fogg mendefinisikan kebiasaan sebagai sesuatu yang kita lakukan otomatis , tanpa banyak berpikir atau menimbang-nimbang. Jadi, yang menentukan kebiasaan bukan seberapa sering (harian/mingguan/tahunan), tetapi seberapa “otomatis” kita melakukannya. Contohnya: Menggosok gig...

Bupati Kapuas: Wujudkan Islam sebagai Rahmatan Lil 'Alamin (rahmat bagi seluruh alam)

Bupati Kapuas saat memberikan sambutan pada penutupan Musywil ke-7 Muhammadiyah dan Aisyiyah Kalimantan Tengah
Ungkapan ini disampaikan oleh Bupati Kapuas, Ir. H. Muhammad Mawardi, MM ketika memberikan sambutan pada Penutupan Musyawarah Wilayah ke-7 Muhammadiyah dan Aisyiyah pada hari Minggu, 17 Oktober 2010 bertempat di Gedung Kesenian Gandang Garantung, Kuala Kapuas. Hal ini beliau sampaikan sehubungan dengan pengalaman beliau ketika berkunjung ke Australia. Ketika melewati bagian imigrasi, beliau tidak menerima senyuman dari petugas imigrasi Australia, padahal rekan seperjalanan beliau seperti Bapak Herson Aden (Ketua Bappeda Kabupaten Kapuas) dan Bapak Nurul Edy (Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas) mendapatkan sambutan yang ramah dari mereka. Apakah karena nama beliau ada Muhammad-nya?

Citra masyarakat Islam di mata dunia perlu ditingkatkan. Islam sejak dulu mengajarkan kebersihan, tapi mereka (orang-orang Barat, admin) lebih bersih dari kita. Toilet mereka yang terletak di tengah hutan saja sangat bersih, tersedia tissue yang sangat baik, yang mungkin kalau di Indonesia disiapkan tissue demikian, tentu akan hilang. Beliau juga mengungkapkan bagaimana disiplinnya mereka, serta adanya budaya antri yang baik.

Beliau mengisahkan tentang Ibu Bupati dan Ibu Sekda yang menyetop taksi bukan pada tempatnya. Meskipun mereka sudah memberi isyarat dengan tangan untuk menghentikan taksi, tapi tidak ada satu taksi pun yang mau berhenti. Akhirnya mereka diberitahu bahwa ada tempat tertentu untuk antri taksi.

Beliau juga mengungkapkan bagaimana kurang disiplinnya kaum Muslimin yang kadang-kadang membuat orang non-Muslim kurang menghormati kaum Muslimin. Mari kita tunjukkan bahwa orang Islam juga bisa bersih, bisa disiplin dan juga bisa antri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas