MDMC PWM Kalimantan Tengah Laksanakan Kunjungan Kerja dan Pembinaan di Kabupaten Kapuas

Gambar
Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Tengah melaksanakan kunjungan kerja dan pembinaan kepada MDMC Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas relawan, serta mempererat sinergi antara MDMC tingkat wilayah dan daerah dalam penanganan kebencanaan dan kegiatan kemanusiaan. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PDM Kapuas, DR. H. Suwarno Muriyat, S.Ag., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kunjungan serta pembinaan yang dilaksanakan oleh MDMC PWM Kalimantan Tengah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Muhammadiyah dalam bidang sosial, kesehatan, dan kebencanaan di Kabupaten Kapuas. Pada kesempatan tersebut, DR. H. Suwarno Muriyat juga menyampaikan rencana pembangunan Klinik Muhammadiyah di Kabupaten Kapuas sebagai upaya meningkatkan pelayanan k...

Bupati Kapuas: Wujudkan Islam sebagai Rahmatan Lil 'Alamin (rahmat bagi seluruh alam)

Bupati Kapuas saat memberikan sambutan pada penutupan Musywil ke-7 Muhammadiyah dan Aisyiyah Kalimantan Tengah
Ungkapan ini disampaikan oleh Bupati Kapuas, Ir. H. Muhammad Mawardi, MM ketika memberikan sambutan pada Penutupan Musyawarah Wilayah ke-7 Muhammadiyah dan Aisyiyah pada hari Minggu, 17 Oktober 2010 bertempat di Gedung Kesenian Gandang Garantung, Kuala Kapuas. Hal ini beliau sampaikan sehubungan dengan pengalaman beliau ketika berkunjung ke Australia. Ketika melewati bagian imigrasi, beliau tidak menerima senyuman dari petugas imigrasi Australia, padahal rekan seperjalanan beliau seperti Bapak Herson Aden (Ketua Bappeda Kabupaten Kapuas) dan Bapak Nurul Edy (Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas) mendapatkan sambutan yang ramah dari mereka. Apakah karena nama beliau ada Muhammad-nya?

Citra masyarakat Islam di mata dunia perlu ditingkatkan. Islam sejak dulu mengajarkan kebersihan, tapi mereka (orang-orang Barat, admin) lebih bersih dari kita. Toilet mereka yang terletak di tengah hutan saja sangat bersih, tersedia tissue yang sangat baik, yang mungkin kalau di Indonesia disiapkan tissue demikian, tentu akan hilang. Beliau juga mengungkapkan bagaimana disiplinnya mereka, serta adanya budaya antri yang baik.

Beliau mengisahkan tentang Ibu Bupati dan Ibu Sekda yang menyetop taksi bukan pada tempatnya. Meskipun mereka sudah memberi isyarat dengan tangan untuk menghentikan taksi, tapi tidak ada satu taksi pun yang mau berhenti. Akhirnya mereka diberitahu bahwa ada tempat tertentu untuk antri taksi.

Beliau juga mengungkapkan bagaimana kurang disiplinnya kaum Muslimin yang kadang-kadang membuat orang non-Muslim kurang menghormati kaum Muslimin. Mari kita tunjukkan bahwa orang Islam juga bisa bersih, bisa disiplin dan juga bisa antri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas