Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Desa Sungai di Kalimantan Tengah


Pemukiman pedesaan di Kalimantan mengikuti alur sungai karena sungai merupakan satu-satunya jalan untuk transportasi. Desa Mandomai (gambar diatas) dihuni oleh campuran antara orang-orang Dayak yang tadinya anismisme dan sudah menganut agama Kristen pada 80 tahun terakhir dan orang-orang Muslim. Mereka bertani dengan pengairan dan tanpa pengairan. Di desa ini tidak ada transportasi dengan kendaraan beroda. Kontak dengan dunia luar menggunakan perahu yang panjang, sempit yang didukung oleh motor tempel besar yang bermerk Evinrude. Meskipun Mandomai menyerupai desa nelayan penduduknya sebagian besar bertani.

Sumber:
Freestone, CS. (1974) A Geographical Social and Economic Study: The South-East Asian Village, London: George Philip & Son Ltd                                                                          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"