Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia (AGAM - AJAK)

AGAM, nama perempuan
AGAMA, agama
AGAP, nama laki-laki
AGAS, kerumunan orang banyak
AGAU, dagau, nama laki-laki
AGOI, berkelanjutan tetapi lambat
AH, sebuah respon, terutama untuk menyatakan "tidak"
AHAI, diabaikan, hancur oleh kelalaian, sangat lezat
AHAL, ahar, membawa efek rasa bersalah, konsekuensinya tidak bahagia
AHAP, nama laki-laki
AHAR, berurutan, satu demi satu
AHAR, jenis, varietas
AHAS, tumbuhan merambat yang berbentuk seperti tabung, berukuran tebal satu inchi yang memiliki bunga berwarna merah dan buah merah yang pahit, yang biasanya digunakan untuk mengikat rotan, terutama untuk mengikat di dalam air karena ia lebih baik mentoleransi air dibandingkan dengan rotan basah, tidak mudah membusuk.
AHAT, andau ahat, hari Minggu
AHAU, kail, mata tombak, mata panah
AHEM, sejenis binatang, seperti biawak yang dapat memanjat pohon, panjangnya 6 kaki, berwarna putih kotor, tubuhnya diselimuti oleh sisik, yang bisa diangkat, membawa segerombolan lalat diantara mereka, kemudian sisik tersebut menutup secara mengejutkan, membunuh dan kemudian memakan lalat tersebut.
AHER, sebab, alasan (untuk sengketa, nasib buruk)
AHOI, (bahasa Sang. = lajang) hilang
AHUT, nama laki-laki
AI, sendiri, dia
AJAH, (bahasa Sang. = madja) datang berkunjung
AJAK, suksesi, urutan (seseorang yang sudah pergi)


Sumber: 
Hardeland, A. (1859) Dajacksch-Deutsches Wörterbuch, Amsterdam: Frederik Muller Amsterdam (on behalf and for cost of Nederland Bijbel Genootschap)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)