Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Ketua MTDK PP Muhammadiyah : Mari berdayakan anak yatim

Bapak Drs. Sukriyanto AR, Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pengurus Pusat Muhammadiyah, dalam sambutannya pada Penutupan Musyawarah Wilayah ke-7 Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kalimantan Tengah pada hari Minggu, 17 Oktober 2010 bertempat di Gedung Kesenian Gandang Garantung, menyampaikan bahwa bila pada abad pertama yang lalu K.H. Ahmad Dahlan mencanangkan gerakan Al-Ma'un dengan menyantuni anak yatim, maka pada abad kedua ini kita harus memberdayakan anak yatim, sehingga mereka bisa mandiri.

Kalau saat ini Muhammadiyah di Kalimantan Tengah baru bisa membantu pemerintah dari aspek pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai perguruan tinggi (PT), maka pada abad yang kedua ini diharapkan Muhammadiyah bisa membantu pemerintah dalam memberikan lapangan kerja kepada masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"