Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Ketua MTDK PP Muhammadiyah : Mari berdayakan anak yatim

Bapak Drs. Sukriyanto AR, Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pengurus Pusat Muhammadiyah, dalam sambutannya pada Penutupan Musyawarah Wilayah ke-7 Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kalimantan Tengah pada hari Minggu, 17 Oktober 2010 bertempat di Gedung Kesenian Gandang Garantung, menyampaikan bahwa bila pada abad pertama yang lalu K.H. Ahmad Dahlan mencanangkan gerakan Al-Ma'un dengan menyantuni anak yatim, maka pada abad kedua ini kita harus memberdayakan anak yatim, sehingga mereka bisa mandiri.

Kalau saat ini Muhammadiyah di Kalimantan Tengah baru bisa membantu pemerintah dari aspek pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai perguruan tinggi (PT), maka pada abad yang kedua ini diharapkan Muhammadiyah bisa membantu pemerintah dalam memberikan lapangan kerja kepada masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)