Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Pembukaan Musyawarah Willayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah

Pembukaan Musyawarah Wilayah Muhammad Kalimantan Tengah diselenggarakan di Gedung Gandang Garantung pada hari Jum'at, 15 Oktober 2010 pukul 19.30 WIB. Kegiatan ini dibuka oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah. Turut memberikan sambutan dalam pembukaan ini adalah Bapak Diran, wakil gubernur Kalimantan Tengah.

Kegiatan pembukaan diawali dengan pawai ta'aruf yang dimulai dari lapangan Bukit Ngalangkang, sampai Perguruan Muhammadiyah di Jalan Barito. Kegiatan ta'aruf ini diikuti oleh seluruh cabang Muhammadiyah di Kalimantan Tengah. Cabang-cabang terdekat mengerahkan anggotanya untuk meramaikan pawai ini. Pawai ta'aruf ini diramaikan oleh Drum Band dari Palangka Raya dan Banjarmasin. Selain itu Perguruan Silat Tapak Putih dari Palangka Raya juga meramaikan pawai ta'aruf ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)