The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Lomba Panjat Pinang di Jalan Barito

Dalam rangka memeriahkan Idul Qurban 1431 H, warga di Jalan Barito, Kuala Kapuas, pada hari Kamis, 18 November 2010 menyelenggarakan lomba panjat pinang. Kegiatan ini diadakan di dua tempat berbeda. Untuk kegiatan yang diliput oleh admin diikuti oleh dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 4 orang. Siapa yang bisa sampai ke atas, hanya diijinkan untuk mengambil paling banyak 4 buah hadiah sesuai pilihan, setelah itu harus turun dulu. Hadiahnya pun sangat bervariasi dari berbagai macam keperluan mandi sampai uang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas