Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

Lomba Panjat Pinang di Jalan Barito

Dalam rangka memeriahkan Idul Qurban 1431 H, warga di Jalan Barito, Kuala Kapuas, pada hari Kamis, 18 November 2010 menyelenggarakan lomba panjat pinang. Kegiatan ini diadakan di dua tempat berbeda. Untuk kegiatan yang diliput oleh admin diikuti oleh dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 4 orang. Siapa yang bisa sampai ke atas, hanya diijinkan untuk mengambil paling banyak 4 buah hadiah sesuai pilihan, setelah itu harus turun dulu. Hadiahnya pun sangat bervariasi dari berbagai macam keperluan mandi sampai uang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas