Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

PT. Karya Sejati

Tampak depan dari gedung PT. Karya Sejati
Perusahaan pengolahan karet ini terletak di Kelurahan Murung Kramat, Kecamatan Selat, Kuala Kapuas 73512. Perusahaan ini mengolah karet mentah menjadi karet yang siap untuk diolah menjadi barang lain. Perusahaan ini membeli karet dari para pedagang yang membelinya dari para petani karet. Karet yang dibeli tersebut dibelah dengan menggunakan mesin pemotong. Setelah itu akan dimasukkan dalam mesin besar untuk dibentuk lembaran yang akan dijemur. Setelah itu lembaran yang sudah kering dimasukkan lagi ke dalam alat untuk dibuat menjadi seperti dodol, kemudian dipress menjadi bentuk kubus yang siap untuk dikemas dan dikirim.

Berdasarkan data dari Panjiva, perusahaan ini sejak 1 Juli 2007 sampai 17 November 2010 telah melakukan 173 pengiriman ke luar negeri. Menurut data tersebut perusahaan ini telah memiliki 21 perusahaan pembeli produk karetnya.

PT. Karya Sejati tampak belakang
Keberadaan perusahaan ini sejak tahun 1978, telah membentuk satu perkampungan tersendiri di sekitar perusahaan ini. Perusahaan dengan jumlah karyawan sekitar 200-an orang, sebagian besar berasal dari masyarakat yang berada di sekitar perusahaan. Tahun ini gaji buruh kurang lebih Rp 35.000 / hari (42 jam kerja per minggu).

Komentar

  1. Kehilangan kartu jamsostek.apa yg harus saya lakukan.mohon bantuan ya.

    BalasHapus
  2. Great post....https://sunriseglass.me/

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan