Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Nurul Iman

Bapak Yamani sedang membimbing santri membaca Qur'an
Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) ini diasuh oleh Bapak Yamani. Beliau pernah menjuarai MTQ untuk tingkat Kalimantan Tengah. Sekarang beliau menjadi "kaum" Masjid Nurul Iman, Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. VIII, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat. Beliau juga pernah mendapatkan kesempatan untuk melakukan Umroh ke Tanah Suci Mekah dengan biaya dari Pemerintah Daerah. Beliau biasa diundang untuk menjadi Qori dalam berbagai pertemuan dan juga memiliki kemampuan untuk membawakan Maulid Habsyi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas