The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Toko Holland

 Toko kue yang dikelola oleh Bapak Timotius ini terletak di perempatan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Teratai, di pertokoan yang berseberangan dengan Masjid Darul Muttaqin, tepatnya Jl. Ahmad Yani No. 3, Kuala Kapuas. Toko ini menyediakan kue basah dan kue kering, rotin serta menerima pesanan kue ulang tahun. Bapak Timotius dapat dihubungi pada nomor telepon 0513-25526 (Toko) dan 0513-23338 (Rumah). Berikut ini adalah beberapa foto-foto dari penganan yang tersedia, sayangnya admin datang pada sore hari, sebab biasanya toko ini lebih ramai di pagi hari, dan pilihan kue juga lebih banyak pada pagi hari.


Kue-kue Ulang Tahun

Kue-kue kering

Kue-kue di etalase depan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas