Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pawai 1 Muharam 1432 H

Peserta pawai dari SMPN 1 Kuala Kapuas
Pada hari Selasa, 7 Desember 2010 bertempat di depan rumah jabatan Bupati Kapuas dimulai start bagi pawai 1 Muharam 1432 H. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan di Kabupaten Kapuas, mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur'an, Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Sekolah Tinggi, Organisasi Mahasiswa, organisasi Pemadam Kebakaran dan lain-lain. Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Kapuas dengan rute sampai ke Masjid Al Mukarram. Masyarakat pun sangat antusian mengikuti pawai ini dari jalan-jalan yang dilalui oleh peserta pawai.

Masyarakat sangat antusias menyaksikan pawai Muharam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"