Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

JALAN MENUJU SEI HANYO


Perjalanan menuju Kecamatan Kapuas Hulu (Sei Hanyo) melalui jalur darat memang agak unik, karena jalan yang ditempuh harus melalui beberapa Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas. Secara umum masyarakat merasa bersyukur mengingat jalur darat ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, dimana tahun-tahun sebelumnya jalur darat hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 (dua) jenis trail (jalur Kuala Kurun - Sei Hanyo).
Beberapa hari yang lalu (29 Januari 2011) jalan menjelang memasuki ibu kota Kecamatan Kapuas Hulu rusak, sehingga membuat mobil terperangkap lumpur. Semoga jalur ini dapat segera diperbaiki oleh pihak terkait.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"