Membayangkan Adaptasi Iklim di Kota: Dari “Bangun Infrastruktur” ke “Belajar Bersama”

Gambar
  (Pelajaran dari webinar IMAGINE Adaptation dan ide penerapannya untuk Kabupaten Kapuas) Perubahan iklim bukan lagi cerita masa depan. Kita sudah merasakannya lewat cuaca yang makin tidak menentu, banjir yang datang lebih sering, hari-hari panas yang menyengat, atau musim yang bergeser. Pertanyaannya bukan lagi “apakah perubahan iklim terjadi?”, melainkan: bagaimana kita beradaptasi, dan bagaimana kita tahu adaptasi itu berhasil? Dalam webinar publik yang menandai tahun keempat proyek riset IMAGINE Adaptation (didanai European Research Council), para peneliti dari BC3 (Basque Centre for Climate Change) memaparkan satu gagasan penting: adaptasi tidak bisa dinilai hanya dari daftar target dan angka-angka . Adaptasi harus dipahami sebagai proses sosial—bahkan politik—yang melibatkan nilai, pengalaman, dan pengetahuan lokal. Dan untuk bisa mengevaluasi adaptasi, kita harus lebih dulu membayangkan bersama : adaptasi yang “baik” itu seperti apa bagi warga? Berikut rangkuman gagasan...

JALAN MENUJU SEI HANYO


Perjalanan menuju Kecamatan Kapuas Hulu (Sei Hanyo) melalui jalur darat memang agak unik, karena jalan yang ditempuh harus melalui beberapa Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas. Secara umum masyarakat merasa bersyukur mengingat jalur darat ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, dimana tahun-tahun sebelumnya jalur darat hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda 2 (dua) jenis trail (jalur Kuala Kurun - Sei Hanyo).
Beberapa hari yang lalu (29 Januari 2011) jalan menjelang memasuki ibu kota Kecamatan Kapuas Hulu rusak, sehingga membuat mobil terperangkap lumpur. Semoga jalur ini dapat segera diperbaiki oleh pihak terkait.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas