The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Seminar Motivasi Diri bersama Ippho Santosa

Dalam rangka meningkatkan kinerja PNS Daerah Kabupaten Kapuas untuk dapat bekerja secara cerdas dan profesional, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas menyelenggarakan Seminar Motivasi Diri yang disampaikan oleh Ippho Santosa (pakar pengembangan otak kanan). Beliau menyampaikan hal-hal positif yang dimiliki oleh otak kanan yang bisa membuat kita mampu untuk menghadapi tantangan, seperti sikap optimis ketika menghadapi target yang cukup berat. Kalau kita berpikir bahwa sesuatu itu insya Allah bisa kita kerjakan maka kita akan mencari cara untuk bisa mewujudkannya.

Beliau menunjukkan bahwa yang namanya keyakinan itu sangat diperlukan. Hal ini sangat diperlukan dalam meraih tujuan. Selain itu juga diperlukan adanya keikhlasan dalam mencapai tujuan. Hal-hal ini merupakan faktor-faktor pengali, sehingga kalau dia tidak ada, maka tujuan sulit untuk diraih.

Beliau juga menyampaikan tentang pentingnya pola pikir positif, karena aura dari pemikiran ini akan memancar ke sekitar kita, sehingga apa-apa yang kita inginkan, akan bisa terwujud pada masa depan. Selain itu beliau juga menyampaikan tentang pentingnya input (masukan) yang kita terima dalam kehidupan. Apabila masukan yang kita terima bersifat positif, maka kita akan bersikap baik dalam keseharian, tapi bila masukan yang kita terima bersifat negatif, maka hal itu akan mempengaruhi hari-hari kita yaitu menjadi kurang riang. Beliau tidak menganjurkan untuk mendengar atau melihat sesuatu yang cengeng, baik itu lagu maupun film.

Menurut beliau nasib dan takdir itu bisa diubah dengan do'a dan sedekah yang kita lakukan. Beliau mengajak peserta untuk meyakini kebenaran janji Allah untuk mengganjar orang yang banyak bersedekah. Sebagai latihan, beliau mengajak peserta untuk bersedekah langsung pada saat itu, berduyun-duyun peserta memberikan sedekahnya.

Berikut ini adalah cuplikan presentasi yang beliau sampaikan:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas