Hubungan Kuat Bukan Soal Menghindari Konflik, Tapi Cara Memperbaikinya

Gambar
  Kapuas.info - Banyak orang berpikir bahwa hubungan yang baik adalah hubungan tanpa konflik. Namun penelitian psikolog terkenal John Gottman menunjukkan hal sebaliknya. Selama bertahun-tahun, Gottman mengundang pasangan-pasangan ke laboratoriumnya di University of Washington. Ia meminta mereka membicarakan masalah nyata yang sedang mereka hadapi. Sementara itu, timnya memantau ekspresi wajah, nada bicara, detak jantung, dan tingkat stres mereka. Hasilnya mengejutkan. Ternyata konflik itu sendiri bukan penyebab hubungan gagal. Semua pasangan pasti bertengkar. Yang membedakan hubungan yang bertahan dan yang gagal adalah kemampuan untuk memperbaiki situasi dengan cepat . Perbaikan ini bisa sangat sederhana: nada bicara yang lebih lembut, sedikit humor, atau pengakuan seperti "Maaf, tadi kata-kataku terlalu keras." Pelajaran untuk Kehidupan Sehari-hari Pola ini tidak hanya berlaku untuk pasangan suami-istri, tapi juga untuk hubungan kerja dan persahabatan. Saat mulai bek...

Seminar Motivasi Diri bersama Ippho Santosa

Dalam rangka meningkatkan kinerja PNS Daerah Kabupaten Kapuas untuk dapat bekerja secara cerdas dan profesional, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas menyelenggarakan Seminar Motivasi Diri yang disampaikan oleh Ippho Santosa (pakar pengembangan otak kanan). Beliau menyampaikan hal-hal positif yang dimiliki oleh otak kanan yang bisa membuat kita mampu untuk menghadapi tantangan, seperti sikap optimis ketika menghadapi target yang cukup berat. Kalau kita berpikir bahwa sesuatu itu insya Allah bisa kita kerjakan maka kita akan mencari cara untuk bisa mewujudkannya.

Beliau menunjukkan bahwa yang namanya keyakinan itu sangat diperlukan. Hal ini sangat diperlukan dalam meraih tujuan. Selain itu juga diperlukan adanya keikhlasan dalam mencapai tujuan. Hal-hal ini merupakan faktor-faktor pengali, sehingga kalau dia tidak ada, maka tujuan sulit untuk diraih.

Beliau juga menyampaikan tentang pentingnya pola pikir positif, karena aura dari pemikiran ini akan memancar ke sekitar kita, sehingga apa-apa yang kita inginkan, akan bisa terwujud pada masa depan. Selain itu beliau juga menyampaikan tentang pentingnya input (masukan) yang kita terima dalam kehidupan. Apabila masukan yang kita terima bersifat positif, maka kita akan bersikap baik dalam keseharian, tapi bila masukan yang kita terima bersifat negatif, maka hal itu akan mempengaruhi hari-hari kita yaitu menjadi kurang riang. Beliau tidak menganjurkan untuk mendengar atau melihat sesuatu yang cengeng, baik itu lagu maupun film.

Menurut beliau nasib dan takdir itu bisa diubah dengan do'a dan sedekah yang kita lakukan. Beliau mengajak peserta untuk meyakini kebenaran janji Allah untuk mengganjar orang yang banyak bersedekah. Sebagai latihan, beliau mengajak peserta untuk bersedekah langsung pada saat itu, berduyun-duyun peserta memberikan sedekahnya.

Berikut ini adalah cuplikan presentasi yang beliau sampaikan:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas