Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Senasib Sepenanggungan

Hampir semua bis yang menempuh perjalanan jauh di Kalimantan Tengah menggunakan prinsip berpasangan bila jumlah penumpang mencukupi. Hal ini mereka lakukan agar kalau ada masalah dengan bis yang satu, maka bis yang lain akan membantu. Hal ini dialami oleh bis Yessoe jurusan Palangka Raya - Banjarmasin yang berangkat pada pukul 04.15 WIB dari Palangka Raya, tapi ketika sampai di daerah Kalampangan, salah satu bis-nya mogok. Bis yang satunya lagi juga turut berhenti, membantu rekan mereka memperbaiki kerusakan yang ada. Kalau prinsip tolong menolong ini kita terapkan dalam keseharian, tentu kehidupan ini akan lebih indah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)